Doa Sebelum Tidur Sesuai Sunnah

Tidur merupakan salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada hambanya. Oleh sebab itu sebagai seorang muslim hendaknya kita membaca doa sebelum tidur, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus bentuk kesadaran atas kekuasaan Allah SWT. Dalam Islam, tidur merupakan sifat jaiz dari setiap manusia, karena setiap manusia sudah pasti butuh tidur.

Hal ini kenapa rasa kantuk sangat manusiawi. Untuk menjadikan tidur yang lebih berkualitas dan bernilai ibadah, Anda harus mengetahui adab – adab sebelum tidur dan juga tidak lupa untuk membaca doa sebelum tidur. Membaca doa ini akan memberikan keutamaan – keutamaan yang manfaatnya akan anda rasakan secara langsung ataupun tidak langsung.

Oleh sebab itu, ada baiknya Anda mengetahui dan memahami bagaimana adab sebelum tidur yang telah dicontohkan oleh Rosulullah Mohammad SAW dan beberapa keutamaan yang akan anda dapatkan ketika menjalaninya. Yuk, kita ulas satu persatu.

Doa Sebelum Tidur

Membaca doa sebelum tidur merupakan salah satu adab yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Hal ini dimaksudkan agar kita menutup segala aktifitas sehari-hari dengan menyebut asma Allah. Doa sebelelum tidur menurut Sahih Bukhari pada At-Tauhid : 6845 adalah sebagai berikut.

Bacaan Doa Sebelum Tidur

Bacaan Doa Sebelum Tidur Arab

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

Bacaan Doa Sebelum Tidur Latin

Bismikallahumma Ahyaa Wabismika amuut

Arti Doa Sebelum Tidur

Dengan menyebut nama Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati

Makna Doa Sebelum Tidur

Doa merupakan ungkapan pengaduan sekaligun pengharapan, jadi sudah barangtentu memiliki makna yang mendalam. Begitu juga dengan doa sebelum tidur yang memiliki beberapa makna sebagai berikut.

Makna Doa Sebelum Tidur

1. Tidur Sama Dengan Mati (Tidur adalah suadaranya mati)

Rasullullah menjelaskan :

النَّوْمُ أَخُو الْمَوْتِ، وَلَا يَمُوتُ أَهْلُ الْجَنَّةِ

“Tidur itu temannya mati.” (HR. Baihaqi, Thabrani dan Bazzar)

Mengapa tidur itu dikatakan sebagai temannya mati? Pasalnya saat tidur semua panca indra serta kesadaran manusia tidak berfungsi, ibaratnya sama dengan mati. Namun ada beberapa aspek fisik lain yang hidup seperti denyut jantung, tarikan nafas.

Al Qur’an menggambarkan peristiwa tidur sebagai berikut :

اَللّٰہُ یَتَوَفَّی الۡاَنۡفُسَ حِیۡنَ مَوۡتِہَا وَ الَّتِیۡ لَمۡ تَمُتۡ فِیۡ مَنَامِہَا ۚ فَیُمۡسِکُ الَّتِیۡ قَضٰی عَلَیۡہَا الۡمَوۡتَ وَ یُرۡسِلُ الۡاُخۡرٰۤی اِلٰۤی اَجَلٍ مُّسَمًّی

Artinya :

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan memegang jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan..,” (QS. Az-Zumar ayat 42).

Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa mati itu ada dua jenisnya, yaitu :

  1. Berbentuk tertahannya ruh atau jiwa seseorang sehingga tidak dapat lagi kembali kepada wadahnya (tubuhnya) dan yang demikian ini dinamakan mati.
  2. Allah melepaskan ruh seseorang dari genggaman-Nya sehingga memungkinkan ruh tersebut kembali kedalam tubuhnya semua, dan yang demikian ini dinamakan dengan tidur.

Dengan kata lain ketika seseorang sedang tidur ibaratnya seperti sebuah layang-layang yang terbang jauh ke angkasa, dan talinya tetap dipegang oleh pemain. Sedangkang mati ibarat sebuah layang-layang yang telah putus talinya hingga layang-layang tersebut terbang dan tidak kembali.

2. Menghayati Arti Kehidupan dan Kematian

Makna yang kedua dari doa sebelum tidur adalah untuk menghayati arti kehidupan dan kematian. Dimana sebelum tidur semua organ dan panca indra kita masih hidup, dan ketika sedang tidur sebagian dari panca indra kita sedang dimatikan oleh Allah sementara waktu.

Maka dari sini bisa kita ambil kesimpulan bahwa tidur merupakan contoh kematian yang Allah tunjukkan kepada manusia di dunia ini agar menjadi pelajaran berharga di akhirat kelak. Bahwa semua di dunia ini pasti mengalami kematian.

3. Pasrah Kepada Sang Pemilik Kehidupan dan Kematian

Makna ketiga dari doa sebelum tidur adalah mengajak kita untuk pasrah kepada sang pemilik kehidupan dan kematian. Karena sesungguhnya manusia adalah makhluk yang lemah sebagaimana yang tergambar sewaktu kita sedang tidur.

Seperti yang kita rasakan, ketika sedang tidur kita tidak mampu untuk menguasai diri kita sendiri. Dimana kita tidak berkuasa lagi untuk mengendalikan tubuh bahkan tidak sanggup untuk menentukan mimpi kita.

Adab Sebelum Tidur

Setiap tindakan agar menjadi bernilai ibadah, haruslah dilakukan berdasarkan pada adab yang telah dicontohkan Nabi Mohammad SAW. Karena Islam telah mengatur secara sempurna setiap jengkal langkah kehidupan seorang muslim yang berupa perintah langsung dari Allah melalui Al-Qur’an ataupun berupa suri tauladan dari sunnah tindakan yang dilakukan oleh Rosulullah Mohammad SAW.

Adab Doa Sebelum Tidur

Dalam Keadaan Berwudhu

Adab pertama sebelum tidur adalah tidurlah dalam keadaan berwudhu. Hal ini berdasarkan hadits Al Baro’bin ‘Azib, Nabi Muhammad SAW bersabda :

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

Artinya :

Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu. (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Berbaring Pada Sisi Kanan

Adab sebelum tidur yang kedua adalah berbaring pada sisi kanan, yang mana hal ini berdasarkan hadits diatas seperti yang telah kami jelaskan pada bagian adab sebelum tidur yang pertama.

Selain itu Ibnul Qayyim menyebutkan manfaat tidur berbaring pada sisi kanan adalah “Tidur berbaring pada sisi kanan dianjurkan dalam Islam agar seseorang tidak kesusahan untuk bangun sholat malam. Selain itu tidur pada sisi kanan akan lebih bermanfaat pada jantung. Sedangkan tidur pada sisi kiri berguna bagi badan (namun membuat seseorang semakin malas)” (Zaadul Ma’ad, 1/321-322).

Meniup Kedua Telapak Tangan

Adab ketiga sebelum tidur adalah membaca surat Al-Ikhlas, surat Al Falaq , dan surat An Naas masing-masing dibaca satu kali sebelum tidur.

Bacaan Surat Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ . اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ . وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Bacaan Surat Al-Falaq

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Bacaan Surat An-Naas

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Setelah membaca surat-surat tersebut barulah mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan semua bagian tubuh yang bisa kita jangkau. Hal tersebut bisa kita lakukan sebanyak tiga kali seperti yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang telah dikatakan oleh istrinya ‘Aisyah.

Dari ‘Aisyah r.a berkata :

انَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ
الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

Artinya :

Nabi Muhammad SAW ketika berada ditempat tidur disetiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangannya tersebut ditiup dan dibacakan surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas. Lalu Beliau (Nabi Muhammad) mengusapkan kedua telapak tangannya tadi ke seluruh bagian tubuh yang mampu dijangkau mulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan. Belia melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.

Membaca Ayat Kursi

Adab keempat sebelum tidur adalah membaca ayat kursi.

Bacaan Ayat Kursi Arab

اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Bacaan Ayat Kursi Latin

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.

Arti Bacaan Ayat Kursi

“Ya Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak atau boleh disembah), melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Yang tidak mengantuk dan tidak juga tertidur. Kepunyaan-Nya adalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a berkata :

،وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه « وسلم – « صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ

Artinya :

Rasulullah SAW menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku berkata, “Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah SAW”. 

Dan diakhir hadist disebutkan bahwa orang itu berkata “Apabila kamu hendak berbaring ditempat tidurmu hendaklah kamu membaca ayat kursi. Karena sesungguhnya dengan ayat kursi tersebut seseorang (malaikat) penjaga dari Allah akan selalu melindungimu dari setan hingga kamu bangun di waktu subuh”.

Tidur Diawal Malam

Adab kelima sebelum tidur adalah tidur diawal malam. Seperti yang diriwayatkan oleh Abi Barzah, beliau berkata :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

Artinya :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum sholat Isya’ dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)

Ibnu Baththol menjelaskan bahwa “Nabi Muhammad SAW tidak menyukai begadang setelah sholat isya’ karena Nabi Muhammad sangat ingin melaksanakan sholat malam dan belia khawatir jika sampai larut malam akan luput dari sholat subuh berjama’ah”.

Selain itu Umar bin Al Khattab juga pernah sampai memukul orang yang begadang setelah sholat isya. Umar bin Al Khattab mengatakan “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, dan nanti di akhir malam akan tertidur lelap?” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3/278, Asy Syamilah).

Keutamaan Membaca Doa Sebelum Tidur

Setiap doa tentu memiliki keutamaannya sendiri ketika dibaca dan akan dirasakan oleh pembacanya. Karena doa merupakan permohonan, pengaduan dan pengharapan kepada Allah Dzat yang Maha Kuasa. Berikut beberapa keutamaan membaca doa sebelum tidur, yang syarat akan manfaat.

Keutamaan Membaca Doa Sebelum Tidur

1. Menghindarkan Kita Dari Mimpi Buruk

Keutamaan pertama dari membaca doa sebelum tidur adalah menghindarkan dari mimpi buruk. Jika kita mengalamai mimpi buruk, bisa coba di ingat-ingat apakah sebelum tidur kita sudah membaca doa sebelum tidur atau belum.

2. Membuat Tidur Menjadi Lebih Berkualitas

Dahulu para nabi memberikan falsafah terkait dengan mamfaat berdoa sebelum tidur yang salah satunya adalah membuat tidur kita menjadi lebih berkualitas. Dengan tidur yang berkualitas tentu secara otomatis kita bisa mendapatkan berbagai manfaat dari tidur seperti konsentrasi kembali terjaga, tubuh tidak terasa lelah, terhindar dari depresi dan lainnya.

3. Tubuh Tidak Akan Terpisah Dari Ruh

Dalam agama Islam terdapat keyakinan bahwa ketika seseorang sedang terlelap dengan tidurnya, maka ia terpisah dari ruh nya. Maka inilah peran doa sebelum tidur, dimana doa tersebut akan membuat tubuh kita tidak terpisah dari ruh.

Kalaupun kemudian Allah berkehendak untuk tidak mengembalikan ruh kita yang tertidur, paling tidak kita meninggal dalam keadaan mengingat Allah melalui doa yang telah kita baca sebelumnya.

4. Meninggal Dalam Keadaan Fitrah

Untuk keutamaan yang keempat ini masih berkaitan dengan keutamaan yang sebelumnya. Tentu tidak sedikit kejadian yang menceritakan tentang orang-orang yang awalnya tidur biasa, namun ketika dibangunkan tidak lagi bernyawa.

Maka kenapa kita harus menyempatkan diri untuk selalu membaca doa sebelum tidur. Karena jika Allah berkehendak untuk mencabut nyawa kita saat sedang tertidur, Insya Allah, Allah akan mencatat kita meninggal dalam keadaan yang fitrah.

5. Pengingat Akan Kebesaran Allah SWT

Keutamaan terakhir dari doa sebelum tidur adalah sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT. Yang mana dalam hal ini memanjatkan doa sebelum tidur juga merupakan salah satu dzikir yang bisa mengingatkan kita kepada Allah SWT, bahwa Dia lah Dzat yang berkuasa atas hidup dan mati kita.

Leave a Comment